Banjarbaru — KALSELBABUSALAM.COM-
Puncak Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis, 13 Agustus 2026, tidak hanya menjadi ajang perayaan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, serta memaparkan sejumlah capaian pemerintah daerah sepanjang 2026.
Puncak peringatan yang digelar di masjid tersebut berlangsung meriah sekaligus khidmat. Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin bersama istri, Hj Fathul Jannah Muhidin, dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman bersama istri, drg Ellyana Hasnuriyadi, hadir dalam acara yang diikuti para ulama dan tokoh agama, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, perbankan, BUMD, pers, LSM, pejabat dan karyawan Pemprov Kalsel, serta masyarakat.
Penetapan masjid sebagai lokasi puncak Hari Jadi merupakan gagasan Gubernur H Muhidin. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang pembangunannya dimulai pada 7 Desember 2022.
Acara diawali dengan penyampaian sejarah terbentuknya Provinsi Kalimantan Selatan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah penerima, baik perorangan, kelompok, pemerintah daerah maupun perusahaan, dari berbagai kategori. Gubernur H Muhidin didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi menyerahkan langsung trofi, piagam dan hadiah kepada para penerima.
Dalam sambutannya, H Muhidin dan Hasnuryadi menyampaikan sejumlah capaian pemerintah provinsi sepanjang 2026. Menurut mereka, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dengan berbagai pihak.
Salah satu capaian yang disorot adalah posisi Kalimantan Selatan sebagai satu-satunya provinsi dari luar Pulau Jawa yang masuk lima besar nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berkinerja Tinggi.
Di bidang pengelolaan keuangan, Kalsel juga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang disebut sebagai capaian ke-13 secara berturut-turut.
Pada sektor kesejahteraan masyarakat, Kalimantan Selatan disebut meraih capaian terbaik di regional Kalimantan dan peringkat kedua nasional dalam penanganan stunting dan kemiskinan. Atas capaian tersebut, provinsi ini juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp3 miliar.
Deretan penghargaan nasional lainnya turut diraih Kalimantan Selatan dalam sejumlah bidang, antara lain pendidikan, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan BUMD dan lingkungan hidup.
Selain memaparkan capaian, Gubernur H Muhidin menyampaikan rencana pembangunan jalan poros lintas tengah yang akan menghubungkan Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar hingga Kabupaten Tabalong. Jalan tersebut direncanakan menjadi kelanjutan jalur Sungai Ulin–Mataraman.
Ruas jalan itu dirancang memiliki lebar sekitar 30 meter dengan panjang kurang lebih 30 kilometer. Pemerintah telah melakukan studi kelayakan atau feasibility study pada 2025. Tahapan berikutnya mencakup penyusunan detail engineering design (DED), analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), dan pembebasan lahan. Pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada 2027.
Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan tradisi pengautan atau penyendokan nasi bertingkat Astakona. Dalam tradisi masyarakat Banjar, Astakona menjadi simbol penghormatan, rasa syukur, keakraban, sekaligus doa bagi tamu kehormatan atau pembukaan kegiatan penting.
Setelah prosesi tersebut, Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi bersama istri, Forkopimda, serta kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel meninjau bagian dalam Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Sebelum meninggalkan lokasi, Gubernur H Muhidin mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan salat Zuhur bersama.
Peringatan Hari Jadi ke-76 Kalsel pun berakhir dengan dua pesan utama: syukur atas capaian pembangunan yang telah diraih dan penegasan sejumlah agenda pembangunan yang akan dilanjutkan pemerintah daerah.




