BANJARBARU KALSELBABUSALAM.COM
Sebanyak 20 klien disabilitas perempuan Angkatan VIII Tahun 2026 menyelesaikan program rehabilitasi sosial di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran setelah menjalani pembinaan dan pelatihan keterampilan selama enam bulan.
Kepala PRSPD Iskaya Banaran, Gusti Muhammad Reza Pahlevi, mengatakan seluruh peserta dibekali keterampilan praktis sebagai modal untuk hidup mandiri dan meningkatkan daya saing di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah untuk klien angkatan ke-8 tahun 2026 ini berjumlah 20 orang dan semuanya berjenis kelamin perempuan. Selama enam bulan mereka mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial dan pelatihan keterampilan,” ujar Pahlevi di Banjarbaru, Rabu (24/6/2026).
Selama mengikuti program, para klien mendapat pelatihan tata boga, tata busana, tata rias, dan tata komputer. Keterampilan tersebut disiapkan agar peserta memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi peluang kerja maupun usaha mandiri.
Menurut Pahlevi, keberhasilan rehabilitasi sosial tidak hanya diukur dari kelulusan peserta, melainkan juga dari kemampuan mereka berkontribusi, berdaya, dan diterima di lingkungan masyarakat.
“Indikator yang ingin kami capai yaitu mereka dapat berkontribusi di tengah masyarakat, diberdayakan dan tidak dipandang sebelah mata. Setidaknya mereka dapat berdaya saing secara mandiri,” katanya.
Ia menilai stigma terhadap penyandang disabilitas masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, pembinaan di PRSPD Iskaya Banaran diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri dan kemandirian para klien.
“Dengan adanya pembinaan ini, kami harapkan teman-teman disabilitas dapat berguna bagi masyarakat dan keluarga,” tambahnya.
Dalam menjaring peserta rehabilitasi, PRSPD Iskaya Banaran melakukan seleksi langsung ke 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dengan dukungan dinas sosial setempat yang menyediakan data calon penerima manfaat.
“Untuk saat ini kami yang melakukan seleksi ke 13 kabupaten/kota dan dibantu teman-teman dari dinas kabupaten kota,” jelasnya.
Ke depan, proses pendaftaran direncanakan dikembangkan melalui aplikasi daring. Sistem tersebut diharapkan memudahkan penyandang disabilitas untuk mendaftar secara mandiri maupun melalui dinas sosial di daerah masing-masing.
PRSPD Iskaya Banaran membuka dua angkatan pelatihan setiap tahun. Setelah pelepasan Angkatan VIII yang diikuti 20 peserta perempuan, angkatan berikutnya direncanakan menerima sekitar 25 peserta dengan komposisi laki-laki dan perempuan secara bergantian(mckalsel/lnk).




