Kategori: Artikel

  • Polsek Batulicin Tangkap Pelaku Penggelapan Motor, Korban Merugi Rp20 Juta

    Polsek Batulicin Tangkap Pelaku Penggelapan Motor, Korban Merugi Rp20 Juta

    Tanah Bumbu – KALSELBABUSALAM.COM
    Unit Reserse Kriminal Polsek Batulicin kembali membuktikan ketanggapannya dalam menindak kejahatan. Seorang pria berinisial WKM (26) diringkus atas dugaan penggelapan sepeda motor yang merugikan korban hingga Rp20 juta. Penangkapan berlangsung pada Selasa (18/2/2025) pukul 13.00 WITA di Jalan Pesantren, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Simpang Empat.

    Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya melalui Kapolsek Batulicin Iptu Kusnin mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari laporan Muhammad Huliyan (55), pemilik motor Honda Verza merah hitam bernomor polisi DA 5090 ZAO. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/7/2024) sekitar pukul 02.00 WITA.

    Menurut keterangan korban, motor tersebut terparkir di halaman rumahnya di Jalan Mangga III, Batulicin. Saat kejadian, kunci motor tersimpan di dalam rumah. Namun, saat korban keluar untuk mengecek kondisi sekitar, motornya telah raib.

    Laporan kehilangan itu langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian. Tim Reskrim Polsek Batulicin bergerak cepat mengumpulkan informasi dan menelusuri jejak pelaku. Upaya tersebut membuahkan hasil. WKM berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung digelandang ke Polsek Batulicin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Dalam proses penyidikan, polisi juga mengamankan dua lembar surat keterangan kepemilikan motor dari Mandala Finance sebagai barang bukti. Kini, WKM harus bersiap menghadapi konsekuensi hukum. Ia dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, yang mengancamnya dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.

    Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindak kejahatan, terutama yang melibatkan kendaraan bermotor. “Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi aman dan jangan meninggalkan kunci di tempat yang mudah diakses,” ujar Iptu Kusnin.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, tetapi ketanggapan aparat kepolisian menjadi benteng utama dalam menjaga keamanan masyarakat.(Lisda)

  • Kodim 1004/Kotabaru Resmi Buka TMMD ke-123, Dorong Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

    Kodim 1004/Kotabaru Resmi Buka TMMD ke-123, Dorong Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

    Kotabaru – KALSELBABUSALAM.COM
    Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 resmi dimulai di Kotabaru dengan apel pembukaan yang berlangsung di Halaman Siring Laut, Rabu (19/2/2025). Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Zainal Arifin, S.STP, M.Si, memimpin apel sebagai inspektur upacara, sementara Lettu Inf Ari Wibowo bertindak sebagai komandan apel.

    TMMD kali ini mengusung tema “Dengan Semangat TMMD, Mewujudkan Pemerintahan, Pembangunan, dan Ketahanan di Wilayah” dan akan berlangsung hingga 20 Maret 2025. Program ini bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan sosial dengan melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

    “Atas nama pemerintah daerah, kami mengapresiasi peran aktif TNI, khususnya Korem 101/Antasari dan Kodim 1004/Kotabaru, yang terus berkomitmen membangun daerah melalui TMMD,” ujar Zainal Arifin dalam sambutannya.

    Selain pembangunan fisik, TMMD juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial dan edukasi. Beberapa kegiatan utama yang akan dilaksanakan meliputi:

    1.Pembangunan infrastruktur: Pembuatan jalan sepanjang 1.250 meter, rehabilitasi mushola, perbaikan rumah tidak layak huni, rehab pos kamling, serta pembangunan lima titik sumur bor.

    2.Ketahanan pangan: Pengelolaan dua hektare lahan pertanian dan penanaman 200 pohon.

    3.Program sosial dan edukasi: Bakti sosial, pengobatan massal, distribusi 300 paket sembako, pemberian makanan tambahan bagi 25 anak stunting, serta penyuluhan terkait bela negara, Kamtibmas, kesehatan, pertanian, KB, dan pendidikan. Program ini juga mencakup layanan Posyandu, Posbindu, serta rekrutmen TNI.

    Sebanyak 150 personel dikerahkan dalam TMMD ini, yang terdiri dari 106 anggota TNI AD, 15 personel TNI AL, tiga anggota TNI AU, 12 personel Polri, 14 pegawai Pemda, serta 25 warga setempat.

    Apel pembukaan turut diisi dengan penandatanganan naskah program TMMD, penyematan tanda peserta, dan penyerahan sarana kerja secara simbolis. Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kasi Opsrem 101/Ant Kolonel Inf Tunggul Jati, Wadan Rindam VI/Mlw Kolonel Inf Imam Purnomo Hadi, Dandim 1004/Kotabaru Letkol Inf Ika Drajat, Danlanal Kotabaru Letkol Laut (P) Hapsoro A. P., Waka Polres Kotabaru Kompol Agus Rusdi Sukandar, serta perwakilan Forkopimda, SKPD, pelajar, dan mahasiswa.(Ainah)

  • Dinsos Kalsel Gelar Rakor PKH: Evaluasi dan Strategi Baru untuk Pengentasan Kemiskinan

    Dinsos Kalsel Gelar Rakor PKH: Evaluasi dan Strategi Baru untuk Pengentasan Kemiskinan

    Foto: MC Kalsel

    BANJARMASIN – KALSELBABUSALAM.COM
    Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Salah satu langkah strategisnya adalah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) PKH se-Kalimantan Selatan 2025, yang bertujuan meningkatkan sinergi dan efektivitas program bantuan sosial ini.

    Plt. Kepala Dinas Sosial Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pelaksanaan PKH lebih tepat sasaran. “Melalui Rakor ini, kami ingin memastikan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi PKH sebelumnya serta merumuskan strategi yang lebih baik ke depan,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa (18/2/2025).

    Berdasarkan data Dinsos Kalsel, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH mengalami peningkatan, dari 100.771 KPM pada 2022 menjadi 111.671 KPM pada 2023. Untuk memastikan program berjalan optimal, terdapat 413 pendamping sosial yang bertugas mendampingi KPM di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

    “Keberadaan pendamping sosial sangat krusial dalam memastikan bantuan tepat sasaran serta mendorong penerima manfaat menjadi lebih mandiri dan sejahtera,” kata Rifai.

    Dalam Rakor ini, para peserta membahas sejumlah tantangan, seperti validitas data penerima manfaat, efektivitas pendampingan, serta strategi pemberdayaan ekonomi bagi KPM. Selain itu, peningkatan kapasitas pendamping sosial juga menjadi fokus utama agar mereka dapat bekerja lebih profesional dan akuntabel.

    “Komitmen Pemprov Kalsel adalah memastikan PKH tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga alat pemberdayaan masyarakat. Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait, program ini bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” tutup Rifai.

    Melalui langkah ini, Pemprov Kalsel berharap PKH dapat terus berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.(Ainah)

  • Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Terpilih Ikuti Gladi Kotor di Monas, Bersiap Menuju Pelantikan

    Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Terpilih Ikuti Gladi Kotor di Monas, Bersiap Menuju Pelantikan

    JAKARTA – KALSELBABUSALAM.COM
    Suasana Monumen Nasional (Monas) di Jakarta tampak berbeda pada Selasa (18/2/2025) pagi. Ratusan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru terpilih, H. Muhammad Rusli dan Syairi Mukhlis, mengikuti gladi kotor sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju pelantikan resmi.

    Sejak pukul 07.00 WIB, para kepala daerah berkumpul dalam formasi yang telah ditentukan. Mereka tampak mengenakan kaus putih dan celana training hitam, seragam yang menyimbolkan keselarasan dan kesiapan dalam menjalankan tugas. Instruktur yang bertugas segera memberikan arahan, termasuk latihan peraturan baris-berbaris (PBB) untuk memastikan setiap peserta memahami tata cara pelantikan dengan baik.

    Di bawah tenda putih yang disiapkan di lokasi, para kepala daerah duduk berjajar dalam 30 pleton. Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru terpilih ditempatkan di pleton 12, sejajar dengan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu terpilih, Andi Rudi Latif dan H. Bahsanuddin.

    Sebelum gladi dimulai, instruktur meminta seluruh peserta untuk berdiri dan melakukan pemanasan singkat. Gerakan baris-berbaris dilakukan dengan penuh disiplin dan semangat, mencerminkan kesiapan para pemimpin daerah untuk mengemban amanah rakyat.

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bika Arya turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan pengarahan langsung kepada para kepala daerah terpilih. Gladi kotor ini menjadi bagian penting dari persiapan sebelum pelantikan resmi oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 20 Februari 2025, di Istana Kepresidenan Jakarta.

    Sebanyak 481 kepala daerah yang terdiri dari 33 gubernur dan wakil gubernur, 364 pasangan bupati dan wakil bupati, serta 84 pasangan wali kota dan wakil wali kota, akan mengucapkan sumpah/janji jabatan mereka dalam seremoni yang menandai awal kepemimpinan di daerah masing-masing.

    Dengan mengikuti gladi kotor ini, para kepala daerah diharapkan semakin memahami tata cara pelantikan dan semakin siap untuk menjalankan amanah yang telah dipercayakan oleh rakyat.(Ainah)

  • Kolaborasi Tangguh: Tanaman Jagung di Desa Peramasan Dua Kali Sanga Tumbuh Subur Berkat Kerja Sama Polsek Hampang dan Kelompok Tani

    Kolaborasi Tangguh: Tanaman Jagung di Desa Peramasan Dua Kali Sanga Tumbuh Subur Berkat Kerja Sama Polsek Hampang dan Kelompok Tani

    KALSELBABUSALAM.COM
    Kotabaru– 17 Februari 2025 – Di tengah gejolak tantangan sektor pertanian, terbit sebuah kisah keberhasilan yang mengangkat semangat ketahanan pangan nasional. Di Desa Peramasan Dua Kali Sanga, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, tanaman jagung yang ditanam pada 21 Januari 2025 kini menunjukkan kemajuan luar biasa. Tumbuh subur dengan ketinggian rata-rata 40 hingga 50 cm, tanaman jagung ini menjadi simbol harapan bagi keberlanjutan program penanaman jagung sejuta hektar yang digulirkan pemerintah.

    Lahan seluas 15 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Rukun Makmur ini menggunakan bibit unggul Maxxi yang telah melalui pemupukan tahap pertama. Proses pemupukan, meskipun terbilang awal, menjadi langkah krusial dalam memastikan hasil yang optimal. Setiap upaya yang dilaksanakan mencerminkan betapa pentingnya kolaborasi yang terjalin antara masyarakat dan instansi pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan yang lebih kuat.

    Tidak hanya sektor pertanian yang mendapat perhatian, namun juga keberlanjutan dari program ini yang didorong oleh Polsek Hampang. Kepolisian Sektor Hampang yang dipimpin oleh IPTU Cuncun Subartono, S.H., turut berperan dalam memfasilitasi dan memberi dukungan penuh terhadap Kelompok Tani Rukun Makmur. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan motivasi dan bantuan kepada kelompok tani. Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah kekurangan pupuk. Untuk itu, kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak lain untuk mencari solusi,” ujar Cuncun, menegaskan pentingnya sinergi dalam menghadapi setiap kendala.

    Program penanaman jagung sejuta hektar yang menjadi prioritas pemerintah, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan secara nasional, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan produktivitas yang terus meningkat, hasil panen yang melimpah akan berperan besar dalam menyejahterakan petani, sekaligus memperkuat ekonomi desa di kawasan tersebut.

    Masyarakat Desa Peramasan Dua Kali Sanga juga merasa optimis, meskipun menghadapi tantangan yang tak mudah. Mereka percaya bahwa kolaborasi antara Polsek Hampang dan Kelompok Tani Rukun Makmur dapat menghasilkan panen yang melimpah, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah mereka. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, dapat membawa perubahan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Dengan optimisme yang tinggi dan kolaborasi yang solid, Desa Peramasan Dua Kali Sanga berpotensi menjadi model ketahanan pangan yang dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia. Sebuah langkah menuju kemandirian pangan yang lebih berkelanjutan. (Ainah)

    Source: Humas Polres Kotabaru

  • Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Terpilih Ikuti Medical Check Up di Kemendagri, Persiapkan Pelantikan 20 Februari

    Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru Terpilih Ikuti Medical Check Up di Kemendagri, Persiapkan Pelantikan 20 Februari

    KALSELBABUSALAM.COM
    Jakarta, — Menyambut pelantikan pada 20 Februari 2025, Bupati Kotabaru terpilih, H. Muhammad Rusli, bersama Wakil Bupati Syairi Mukhlis, menjalani serangkaian tahapan penting yang diwajibkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Senin pagi (17/02), keduanya hadir di kantor Kemendagri untuk mengikuti registrasi pelantikan dan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up/MCU), yang menjadi syarat utama bagi setiap kepala daerah terpilih.

    Acara ini merupakan bagian dari rangkaian persyaratan pelantikan yang diatur dalam surat Radiogram Kemendagri nomor 100.2.1.3/698/SJ yang dikeluarkan pada 13 Februari 2025. Sebanyak 81 kepala daerah dari 481 yang terpilih di seluruh Indonesia harus mengikuti pemeriksaan kesehatan dan registrasi, sebelum melanjutkan ke acara retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21 hingga 28 Februari 2025.

    Proses pemeriksaan kesehatan yang dihadapi oleh Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru ini meliputi sejumlah tes medis yang melibatkan pemeriksaan tensi darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah. Semua tahapan ini berlangsung dengan cermat dan teliti di Gedung F dan Plaza Gedung C (Sasana Bhakti Praja), yang turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah lainnya, seperti Bupati Tanah Bumbu terpilih, Andi Rudi Latif, serta Gubernur Kalimantan Selatan terpilih, H. Muhidin.

    Mengenai hal ini, Bupati H. Muhammad Rusli mengungkapkan rasa syukur dan optimisme menyambut pelantikan mendatang. “Alhamdulillah, puji syukur, hari ini kami diberikan kesehatan dalam rangka menghadapi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati 2025,” katanya.

    Setelah selesai menjalani pemeriksaan, Rusli dan Mukhlis melanjutkan dengan pengambilan tanda pangkat, sebuah langkah simbolis yang menandai kesiapan mereka menjelang pelantikan pada 20 Februari. Proses ini adalah bagian dari tata cara resmi yang harus dilalui oleh setiap kepala daerah terpilih sebelum mereka menjalankan tugas mereka sebagai pemimpin daerah.

    Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru yang akan datang ini dipandang sebagai momen penting bagi daerah tersebut, mengingat peran strategis yang akan dijalankan kedua pejabat tersebut dalam memimpin dan mendorong kemajuan Kotabaru di masa depan. Setelah melalui serangkaian prosedur resmi, mereka pun diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat.

    Kegiatan di Kemendagri ini pun menunjukkan komitmen untuk menjaga integritas dan kesehatan para kepala daerah yang terpilih, demi memastikan mereka siap dalam menjalankan tugas berat yang diemban. (Ainah)

  • Pamit di Penghujung Jabatan, H. Sayed Jafar Titip Pesan untuk ASN Kotabaru

    Pamit di Penghujung Jabatan, H. Sayed Jafar Titip Pesan untuk ASN Kotabaru

    KALSELBABUSALAM
    COM: Kotabaru – Bupati Kotabaru, H. Sayed Jafar Alaydrus, berpamitan kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang digelar di Halaman Kantor Bupati Kotabaru, Desa Sebelimbingan, Senin (17/2/2025) pagi. Upacara ini menjadi momen terakhirnya sebagai kepala daerah sebelum mengakhiri dua periode kepemimpinan di Bumi Saijaan.

    Dalam amanatnya, H. Sayed Jafar menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh ASN selama ia menjabat. Ia berharap nilai-nilai integritas, kedisiplinan, serta semangat melayani masyarakat yang telah dibangun bersama tetap terjaga meskipun kepemimpinan akan segera berganti.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan selama dua periode kepemimpinan saya. Biarkan sejarah mencatat bahwa kita adalah aparatur yang profesional, loyal, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan harus terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “ASN adalah abdi negara. Jangan pernah lupakan janji kalian untuk berbakti kepada nusa dan bangsa, khususnya Kabupaten Kotabaru,” tegasnya.

    Upacara ditutup dengan jabat tangan antara Bupati dengan Sekretaris Daerah, para asisten pemerintahan, kepala SKPD, serta peserta upacara sebagai simbol perpisahan. Suasana haru menyelimuti momen tersebut, menandai akhir perjalanan kepemimpinan H. Sayed Jafar di Kotabaru.(Ainah)

  • Bupati Kotabaru Resmikan Sejumlah Fasilitas Publik di Pulau Laut Sigam

    Bupati Kotabaru Resmikan Sejumlah Fasilitas Publik di Pulau Laut Sigam

    Kalselbabusalam.com
    Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus memperkuat layanan publik dengan meresmikan sejumlah fasilitas baru di Kecamatan Pulau Laut Sigam. Bupati Kotabaru, H. Sayed Jafar, secara resmi membuka kantor kecamatan, puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), serta Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) dalam sebuah seremoni pada Senin (17/2/2025).

    Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sayed Jafar, didampingi Camat Pulau Laut Sigam, Pia Widya Laksmi. Dalam sambutannya, Pia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan yang terdiri dari jajaran pejabat daerah, kepala SKPD, serta perwakilan instansi terkait.

    Kecamatan Pulau Laut Sigam sendiri merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Pulau Laut Utara sejak 2019. Selain pembentukan wilayah administratif baru, pemerintah daerah juga mengupayakan pembangunan infrastruktur guna menunjang pelayanan publik.

    Bupati Sayed Jafar menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kotabaru dalam meningkatkan layanan di bidang kesehatan, keagamaan, serta program keluarga berencana.

    “Saya mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan ini. Semoga fasilitas yang telah kita wujudkan dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan, serta pembinaan spiritualitas,” ujarnya.

    Turut hadir dalam acara ini Asisten dan Staf Ahli Bupati Kotabaru, Kepala Kantor Kementerian Agama Kotabaru, serta sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Pulau Laut Sigam. Dengan diresmikannya fasilitas ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik dan merata.(Ainah)

  • Pemecatan Pegawai Lapas Kotabaru Melalui Prosedur Hukum, Ini Penjelasan Doni Handriansyah

    Pemecatan Pegawai Lapas Kotabaru Melalui Prosedur Hukum, Ini Penjelasan Doni Handriansyah

    KOTABARU – Doni Handriansyah, Kepala Lapas Kelas II Kotabaru, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang berkembang mengenai pemecatan salah satu oknum pegawai lapas berinisial Yudistira Mahardhika. Menanggapi isu yang viral di berbagai media online, Doni menjelaskan bahwa pemberhentian yang dilakukan bukan atas permintaan pribadi pegawai yang bersangkutan, melainkan melalui prosedur hukum yang telah ditetapkan.

    Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Senin, 17 Februari 2025, Doni menegaskan bahwa proses pemecatan ini telah mengikuti serangkaian aturan yang berlaku, yang dimulai sejak tahun 2022 hingga saat ini. “Proses pemberhentian ini sudah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, dimulai dari pemeriksaan oleh tim Lapas Kotabaru, dilanjutkan ke Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, hingga terbitnya keputusan menteri yang resmi mengesahkan pemberhentian tersebut,” ujar Doni.

    Sebagai bagian dari transparansi proses hukum, Doni menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Yudistira dilakukan secara berjenjang dan terbuka. Ia juga menambahkan bahwa pegawai yang bersangkutan memiliki hak untuk melakukan upaya hukum lebih lanjut. Salah satunya adalah dengan mengajukan banding ke Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (BPASN), yang sudah turun ke lapangan untuk melakukan klarifikasi.

    “BPASN sudah melakukan klarifikasi dengan memeriksa atasan langsung serta perwakilan tim pemeriksa terkait kasus ini. Hasilnya, banding yang diajukan oleh yang bersangkutan ditolak oleh BPASN,” jelas Doni. Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa Yudistira masih memiliki hak untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika merasa keputusan tersebut tidak sesuai.

    Doni juga menekankan komitmen dan konsistensi pihaknya dalam memberantas peredaran narkoba di Lapas Kotabaru. “Seluruh proses ini telah dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami ingin menegaskan bahwa pemberantasan narkotika di Lapas Kotabaru adalah prioritas utama, dan kami akan terus bekerja keras untuk menjaga integritas lembaga ini,” tutup Doni.

    Dengan penjelasan ini, Doni berharap masyarakat dapat memahami bahwa semua keputusan yang diambil telah melalui prosedur yang jelas dan transparan, serta tidak ada yang ditutupi dalam proses hukum yang berjalan. (Ainah)

  • Bhabinkamtibmas Apresiasi Warga Desa Tirawan, Pekarangan Rumah Jadi Ladang Cuan!

    Bhabinkamtibmas Apresiasi Warga Desa Tirawan, Pekarangan Rumah Jadi Ladang Cuan!


    KALSELBABUSALAM.COM
    Kotabaru – Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, langkah sederhana namun berdampak besar lahir dari sudut Desa Tirawan, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru. Seorang warga, Sulaiman, memanfaatkan pekarangan rumahnya seluas 500 meter persegi untuk menanam berbagai tanaman pangan, dari singkong, sawi, selada, hingga mentimun. Tak hanya mencukupi kebutuhan keluarganya, inisiatif ini juga menginspirasi warga lain untuk mengikuti jejaknya.

    Minggu (16/2), Bhabinkamtibmas Desa Tirawan, Aiptu Yoyok Suprayitno, bersama Brigka Abdul Halim dari Polsek Pulau Laut Utara, mengunjungi rumah Sulaiman. Mereka memberikan apresiasi atas langkahnya yang selaras dengan program ketahanan pangan nasional. “Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Jika setiap rumah tangga mampu mengoptimalkan pekarangannya, maka ketahanan pangan akan semakin kuat,” ujar Aiptu Yoyok.

    Menurutnya, selain mencukupi kebutuhan rumah tangga, hasil panen dari pekarangan pangan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan. “Bukan tidak mungkin, dengan pengelolaan yang baik, hasil panen bisa dijual atau diolah menjadi produk bernilai tambah,” katanya.

    Kunjungan ini bukan sekadar bentuk dukungan moral, tetapi juga bagian dari program Bhabinkamtibmas yang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam ketahanan pangan. Pemerintah desa pun menaruh perhatian pada keberhasilan Sulaiman. Bahkan, ada rencana menjadikan model pekarangan pangan ini sebagai percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Kotabaru.

    Kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat seperti ini diharapkan bisa memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa. Dengan semakin banyak warga yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam, bukan tidak mungkin ketahanan pangan di Kotabaru akan semakin kokoh.(Ainah)
    Sumber: Polres Kotabaru.