Kategori: Finance

  • Roblox Kena Pajak! DJP Tunjuk 5 Pemungut Pajak Digital Baru

    Roblox Kena Pajak! DJP Tunjuk 5 Pemungut Pajak Digital Baru

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus menggalakkan upaya perluasan basis pajak di sektor ekonomi digital. Melalui penunjukan teranyar, DJP kini resmi menambah daftar pemungut Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE) dengan lima perusahaan global. KalselBabusalam.com mencatat, kelima entitas baru yang mayoritas berasal dari luar negeri ini meliputi Notion Labs, Inc., Roblox Corporation, Mixpanel, Inc., MEGA Privacy Kft, dan Scorpios Tech FZE. Penambahan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari transaksi digital yang terus berkembang pesat.

    PPN PMSE sendiri merupakan jenis pajak yang dikenakan atas setiap transaksi produk atau jasa yang dilakukan secara digital melalui sistem elektronik. Seiring dengan penunjukan lima pemungut baru ini, DJP juga melakukan evaluasi dan memutuskan untuk mencabut satu perusahaan dari daftar pemungut PPN PMSE sebelumnya, yaitu Amazon Services Europe S.a.r.l. Langkah ini menunjukkan dinamika dalam pengelolaan perpajakan sektor digital, di mana pemerintah secara aktif menyesuaikan diri dengan perkembangan industri.

    Hingga akhir Oktober 2025, total perusahaan yang telah ditunjuk pemerintah sebagai pemungut PPN PMSE mencapai 251 entitas. Data yang disampaikan oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, dalam keterangan resminya pada Rabu, 3 Desember 2025, menunjukkan bahwa sebanyak 207 perusahaan di antaranya telah aktif melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE. Jumlah setoran akumulatif dari PPN PMSE ini telah menembus angka Rp 33,88 triliun, sebuah capaian signifikan yang menggarisbawahi kontribusi penting ekonomi digital terhadap kas negara.

    Penerimaan PPN PMSE menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Dimulai dengan setoran sebesar Rp 731,4 miliar pada tahun 2020, angka ini melonjak menjadi Rp 3,9 triliun pada 2021, dan terus meningkat menjadi Rp 5,51 triliun pada 2022. Pada tahun 2023, PPN PMSE tercatat sebesar Rp 6,76 triliun, diikuti oleh Rp 8,44 triliun pada 2024, dan mencapai Rp 8,54 triliun di tahun 2025. Perkembangan ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjangkau dan memajaki transaksi digital yang semakin masif.

    Secara keseluruhan, kontribusi sektor ekonomi digital terhadap penerimaan negara telah mencapai angka yang impresif. Hingga 31 Oktober 2025, pemerintah berhasil mencatat penerimaan total Rp 43,75 triliun dari berbagai segmen ekonomi digital. Angka tersebut terakumulasi dari pemungutan PPN PMSE sebesar Rp 33,88 triliun, dilengkapi dengan pajak atas aset kripto sebesar Rp 1,76 triliun, pajak dari sektor fintech peer to peer lending atau pinjaman daring sebesar Rp 4,19 triliun, serta pajak yang dipungut melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP) sejumlah Rp 3,92 triliun.

    Rosmauli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengoptimalkan pemajakan sektor digital demi mewujudkan sistem yang lebih adil, sederhana, dan efektif. Beliau menambahkan, “Realisasi penerimaan sebesar Rp 43,75 triliun ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi digital telah menjelma menjadi salah satu motor penggerak utama dan penting bagi penerimaan negara.” Pernyataan ini sekaligus mengukuhkan posisi strategis sektor digital dalam mendukung keuangan publik Indonesia.

    Pilihan Editor: Era Pembayaran Digital Berbasis Akal Imitasi

  • Analis Ungkap Prospek Ancol

    Analis Ungkap Prospek Ancol

    KalselBabusalam.comJAKARTA. Kinerja finansial PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menunjukkan tren pelemahan signifikan sepanjang tahun 2025. Data terbaru hingga sembilan bulan pertama tahun 2025 mengungkapkan, laba bersih perseroan merosot tajam sebesar 41,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp58,6 miliar di akhir September. Tak hanya itu, pendapatan PJAA juga terkoreksi sebesar 9,4% YoY, mencapai angka Rp798,52 miliar.

    Pelemahan kinerja ini, menurut Achmad Yaki, Head of Online Trading BCA Sekuritas, sebagian besar disebabkan oleh tekanan pada bisnis pariwisata yang merupakan kontributor utama pendapatan perseroan. Dilansir dari Kontan, Rabu (3/12/2025), Yaki menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti pergeseran pola kunjungan wisatawan dan fluktuasi kondisi ekonomi domestik turut memengaruhi performa Ancol secara keseluruhan.

    Sebagai respons terhadap dinamika pasar, manajemen PJAA telah menetapkan target yang lebih konservatif untuk tahun buku 2025. Target pendapatan perseroan diproyeksikan hanya mencapai Rp1,1 triliun, angka ini 13% lebih rendah dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2024 yang berhasil membukukan Rp1,26 triliun.

    Meskipun demikian, realisasi pendapatan PJAA hingga kuartal III-2025 telah mencapai 72,6% dari target tahunan yang ditetapkan. Namun, pencapaian laba bersih masih tertinggal, baru sekitar 58% dari target manajemen. Untuk mengejar ketertinggalan dan mencapai target yang ambisius, perseroan kini berfokus pada upaya menjaga efisiensi operasional dan mendorong berbagai kolaborasi strategis di sisa tahun ini.

    Salah satu strategi kunci yang dioptimalkan adalah memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Manajemen PJAA menargetkan mampu menarik hingga 800 ribu wisatawan selama periode Nataru. Harapannya, lonjakan pengunjung ini dapat memberikan kontribusi signifikan, sekitar 10% terhadap total pendapatan Ancol di akhir tahun.

    Menatap tahun depan, Achmad Yaki menilai peluang pertumbuhan bagi PJAA masih terbuka lebar. Kendati demikian, perseroan juga dihadapkan pada sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, antara lain kondisi cuaca yang tidak menentu, ketatnya persaingan antar destinasi wisata, serta efektivitas belanja modal. Prospek kinerja PJAA di tahun 2026 akan sangat bergantung pada seberapa cepat tren kunjungan wisatawan pulih dan sejauh mana kemampuan perseroan dalam menjaga efisiensi operasional.

    Dari sisi pergerakan saham, Yaki mengamati bahwa saham PJAA masih cenderung melemah. “Tren harganya masih bearish dan sideways sejak 2 Oktober 2025,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa jika saham PJAA berhasil rebound di atas level Rp555 per saham, target terdekat yang mungkin dicapai adalah Rp600 per saham.

  • Kinerja Turun, Begini Strategi Dian Swastatika (DSSA) Selanjutnya

    Kinerja Turun, Begini Strategi Dian Swastatika (DSSA) Selanjutnya

    KalselBabusalam.com JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten dari Grup Sinarmas, mencatatkan penurunan kinerja keuangan sepanjang periode Januari hingga September 2025.

    Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 177,24 juta pada kuartal III 2025. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 27,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$ 243,85 juta.

    Penurunan laba bersih DSSA ini terutama disebabkan oleh menyusutnya pendapatan usaha sebesar 10,26% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pendapatan usaha perseroan tercatat US$ 2,01 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2025, lebih rendah dibandingkan US$ 2,24 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

    Dampak dari penurunan pendapatan ini juga terlihat pada laba kotor yang terkoreksi menjadi US$ 690,7 juta per September 2025, atau turun 26,69% YoY dari US$ 942,2 juta.

    Efek Purbaya: IHSG Cetak 21 Kali All Time High Sejak Purbaya Jadi Menkeu

    Meskipun kinerja keuangan mengalami tekanan, Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya, optimis dengan prospek bisnis perseroan. Dilansir dari KalselBabusalam.com, Krisnan menegaskan bahwa pencapaian pada kuartal III 2025 tetap menunjukkan ketahanan model bisnis DSSA dalam menghadapi dinamika industri energi dan teknologi yang terus berkembang pesat.

    “Perubahan besar sedang terjadi di sektor energi dan teknologi global. Oleh karena itu, fokus kami bukan hanya menjaga stabilitas bisnis inti, tetapi juga mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan teknologi yang akan menjadi fondasi masa depan perusahaan,” ujar Krisnan.

    Lebih lanjut, Krisnan menjelaskan bahwa investasi di sektor digital akan menjadi pilar penting dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing DSSA di masa mendatang.

    DSSA terus berinvestasi secara signifikan pada infrastruktur digital sebagai mesin penggerak pertumbuhan jangka panjang. Modernisasi pusat data dan pengembangan teknologi jaringan terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka berbagai peluang bisnis baru bagi DSSA di sektor digital.

    Melalui MyRepublic Indonesia, DSSA saat ini telah memperluas jangkauan layanan Fixed Wireless Access ke sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa.

    ”Ekspansi ini bertujuan untuk menghadirkan akses internet cepat bagi masyarakat di regional 2 dan regional 3, serta mendorong pemerataan konektivitas yang menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” katanya. Informasi ini dilansir dari KalselBabusalam.com.

    IHSG Naik 0,21% ke 8.635 Sesi I Rabu (3/12): Saham UNVR, KLBF, TLKM Jadi Top Gainers

    Selain fokus pada sektor digital, Krisnan menegaskan bahwa DSSA juga terus mendorong adopsi energi baru terbarukan (EBT) dan memperkuat rantai pasok nasional yang berbasis teknologi rendah karbon.

    Melalui entitas anak, PT DSSR Daya Mas Sakti, DSSA telah menjalin kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia untuk mempercepat pengembangan portofolio sumber daya panas bumi dengan potensi kapasitas awal sebesar 440 MW di enam wilayah panas bumi strategis yang tersebar di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tengah. Informasi ini KalselBabusalam.com lansir.

    “Inisiatif strategis ini semakin memperkuat langkah DSSA dalam memperluas porsi energi rendah karbon sekaligus mendukung target transisi energi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

    Selain itu, melalui perusahaan patungan yang dibentuk bersama dengan Trina Solar Energy Development Pte. Ltd. dan PT PLN Indonesia Power Renewables, DSSA membangun pabrik sel dan panel surya berkapasitas 1 GW per tahun di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

    Pabrik ini telah memulai kegiatan produksi sel dan panel surya. DSSA, melalui entitas anak, juga telah memasok sel dan panel surya dengan merek dagang Dian Solar.

    DSSA Chart by TradingView

    Krisnan Cahya menutup pernyataannya, “Dengan dukungan finansial yang kuat, pipeline proyek EBT yang semakin berkembang, dan ekspansi infrastruktur digital yang berkelanjutan, kami memiliki keyakinan bahwa DSSA dapat mempertahankan kinerja positif dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi dan teknologi terintegrasi yang adaptif dan berorientasi pada masa depan.” Informasi ini dilansir dari KalselBabusalam.com.

  • IHSG Naik 0,21% ke 8.635 Sesi I Rabu (3/12): Saham UNVR, KLBF, TLKM Jadi Top Gainers

    IHSG Naik 0,21% ke 8.635 Sesi I Rabu (3/12): Saham UNVR, KLBF, TLKM Jadi Top Gainers


    KalselBabusalam.com JAKARTA. Kabar baik datang dari pasar modal! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan performa positif di sesi pertama perdagangan hari Rabu (3/12/2025), sejalan dengan sentimen positif dari bursa regional.

    Dilansir dari data RTI, IHSG menunjukkan kenaikan sebesar 0,21% atau setara dengan 18,086 poin, mencapai level 8.635,110. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan 340 saham mengalami kenaikan harga, sementara 290 saham terkoreksi, dan 169 saham lainnya stagnan.

    Total volume perdagangan mencapai 24,8 miliar saham, dengan nilai transaksi yang fantastis, menyentuh angka Rp 11,8 triliun. Pergerakan IHSG pagi ini didukung oleh sembilan sektor, dimana tiga sektor mencatatkan kenaikan tertinggi, yaitu: IDX-Infra (1,65%), IDX-Techno (1,26%), dan IDX-Cyclic (0,89%).

    Beberapa saham yang menjadi *top gainers* dalam jajaran LQ45 antara lain:

    * PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melesat 3,40% ke harga Rp 2.740
    * PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 2,63% menjadi Rp 1.170
    * PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menguat 1,97% ke posisi Rp 3.630

    Sementara itu, beberapa saham yang mengalami penurunan terbesar (*top losers*) dalam kelompok LQ45 adalah:

    * PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) merosot 1,83% ke level Rp 535
    * PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 1,75% menjadi Rp 2.240
    * PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 1,68% ke harga Rp 2.930

    KalselBabusalam.com juga mencatat pergerakan bursa Asia yang menunjukkan tren positif, terutama didorong oleh sektor teknologi.

    Bursa Asia Menggeliat, Sektor Teknologi Jadi Motor Penggerak

    Saham-saham teknologi di Jepang mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan hari Rabu, mengikuti reli yang terjadi di sektor teknologi Wall Street. Hal ini memberikan dorongan besar bagi penguatan indeks Nikkei 225.

    SoftBank menjadi bintang dengan kenaikan lebih dari 8%, setelah mengalami penurunan dalam tiga sesi sebelumnya. Kinerja apik juga ditunjukkan oleh saham-saham pemasok peralatan semikonduktor seperti Tokyo Electron (naik lebih dari 5%) dan Lasertec (menguat hingga 7%).

    Produsen chip Renesas Electronics juga tidak ketinggalan dengan kenaikan lebih dari 7%, sementara Advantest bertambah hingga 5%. Secara keseluruhan, kenaikan saham-saham teknologi ini menjadikan Nikkei sebagai pemimpin penguatan di kawasan Asia dengan kenaikan mencapai 1,54%. Namun, indeks Topix justru mengalami koreksi tipis.

    Di dunia kripto, Bitcoin menunjukkan *rebound* yang kuat setelah mengalami tekanan jual sebelumnya. Mata uang kripto terbesar ini naik lebih dari 7% dan berhasil menembus kembali level US$90.000, diperdagangkan terakhir di kisaran US$92.980.

    Dari Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,06%, sementara Kosdaq berbalik arah melemah 0,14%. Data PDB revisi menunjukkan bahwa perekonomian Korea Selatan tumbuh 1,8% secara tahunan pada kuartal III-2025, sedikit lebih tinggi dari estimasi awal sebesar 1,7%.

    Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,11%, meskipun data PDB kuartal III di bawah perkiraan. Ekonomi Australia tumbuh 2,1% secara tahunan, menjadi yang terkuat sejak kuartal III-2023, namun masih di bawah proyeksi sebesar 2,2%.

    Sementara itu, dari Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka turun 0,95%, sedangkan indeks saham unggulan Tiongkok CSI 300 bergerak tipis di atas garis datar.

  • Harganya Melesat, BEI Melakukan Suspensi Perdagangan Saham Lima Emiten Ini

    Harganya Melesat, BEI Melakukan Suspensi Perdagangan Saham Lima Emiten Ini

    KalselBabusalam.com JAKARTA. Kabar terbaru dari pasar modal Indonesia, KalselBabusalam.com melansir, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan melakukan suspensi terhadap perdagangan sejumlah saham. Keputusan ini mulai berlaku sejak sesi pertama perdagangan pada hari Rabu, 3 Desember 2025, dengan total lima emiten yang terkena dampak.

    Kelima saham yang подверглись суспензии tersebut adalah PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), PT VKTR Teknologi Mobiliats Tbk (VKTR), PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), dan PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN).

    Alasan utama di balik suspensi ini adalah lonjakan harga kumulatif yang signifikan pada kelima saham tersebut. Namun, ada perbedaan perlakuan untuk saham LUCY, COAL, dan YELO. Suspensi terhadap ketiga saham ini dilakukan dalam rangka cooling down, sebuah mekanisme perlindungan yang bertujuan untuk menenangkan pasar dan melindungi investor dari potensi gejolak yang berlebihan.

    Dengan adanya cooling down ini, perdagangan saham LUCY, COAL, dan YELO dijadwalkan akan kembali dibuka pada perdagangan hari Kamis, 4 Desember 2025. Sementara itu, nasib saham VKTR dan IBFN sedikit berbeda. Suspensi terhadap kedua saham ini akan tetap berlaku hingga pengumuman lebih lanjut dari pihak Bursa Efek Indonesia.

    Sebelum suspensi diumumkan, pada penutupan perdagangan hari Selasa, 2 Desember 2025, saham LUCY tercatat menguat 9,28% dan berakhir di posisi Rp 212 per saham. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, saham LUCY telah mengalami kenaikan yang luar biasa, mencapai 92,73%.

    Sementara itu, saham COAL juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 7,14% dan ditutup pada level Rp 120 per saham. Bahkan, jika dilihat dalam rentang waktu sebulan, saham emiten pertambangan batubara ini telah melonjak sebesar 110,53%.

    KalselBabusalam.com juga mencatat, saham VKTR, YELO, dan IBFN masing-masing menutup perdagangan Selasa (2/12) dengan penguatan yang signifikan. VKTR naik sebesar 17,12%, YELO menguat 4,07%, dan IBFN naik 9,57% dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 13.000 Jadi Rp 2.412.000 per Gram, Rabu (3/12)

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 13.000 Jadi Rp 2.412.000 per Gram, Rabu (3/12)

    KalselBabusalam.comJAKARTA. Kabar kurang menggembirakan datang dari pasar komoditas emas. Harga emas batangan bersertifikat Antam yang dikeluarkan oleh Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpantau mengalami penurunan pada hari Rabu, 3 Desember 2025. Pergerakan harga ini tentu menjadi sorotan bagi para investor dan pegiat emas di tengah dinamika pasar global.

    Berdasarkan informasi yang tercantum di situs resmi Logam Mulia, harga untuk pecahan satu gram emas Antam hari ini berada di angka Rp 2.412.000. Angka ini mencerminkan koreksi sebesar Rp 13.000 jika dibandingkan dengan harga penutupan pada Selasa, 2 Desember 2025, yang kala itu masih bertengger di level Rp 2.425.000 per gram. Penurunan ini menandai adanya tekanan jual di pasar emas domestik.

    Tidak hanya harga jual, harga buyback atau harga beli kembali emas Antam juga ikut terkoreksi pada hari yang sama. Harga buyback emas Antam tercatat di level Rp 2.273.000 per gram. Penurunan ini sejalan dengan harga jual, yakni anjlok Rp 13.000 dari harga buyback pada Selasa, 2 Desember 2025, yang sebelumnya mencapai Rp 2.286.000 per gram. Fluktuasi ini penting untuk dicermati oleh individu yang berencana melakukan transaksi jual kembali emas mereka.

    IPO Saham RLCO Masih Bisa Dipesan Hari Ini (3/12), Valuasi Diprediksi Bisa Naik 43%

    Berikut adalah rincian lengkap harga emas batangan Antam dalam berbagai pecahan lainnya, berlaku per Rabu, 3 Desember 2025, dan belum termasuk pajak:

    • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.256.000
    • Harga emas 1 gram: Rp 2.412.000
    • Harga emas 5 gram: Rp 11.835.000
    • Harga emas 10 gram: Rp 23.612.000
    • Harga emas 25 gram: Rp 58.912.000
    • Harga emas 50 gram: Rp 117.745.000
    • Harga emas 100 gram: Rp 235.412.000
    • Harga emas 250 gram: Rp 588.265.000
    • Harga emas 500 gram: Rp 1.176.320.000
    • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.352.600.000

    Penting untuk diketahui, Logam Mulia Antam menyediakan produk emas dan perak batangan dalam berbagai pilihan berat, mulai dari pecahan terkecil seperti 1 gram hingga batangan besar 500 gram. Perlu diperhatikan bahwa terdapat perbedaan harga per gram emas Antam yang bergantung pada ukuran berat batangan. Fenomena ini umum terjadi karena adanya biaya tambahan yang terkait dengan proses pencetakan. Oleh karena itu, secara umum, harga per gram emas pada batangan berukuran lebih kecil cenderung sedikit lebih mahal dibandingkan dengan batangan yang lebih besar. Informasi harga yang disajikan dalam artikel ini didasarkan pada harga per gram emas batangan seberat 1 kilogram, yang sering kali dijadikan standar atau patokan oleh para pelaku bisnis emas.

  • KLH Usul Hasil Perdagangan Karbon untuk Inisiatif Dana Hutan Tropis

    KLH Usul Hasil Perdagangan Karbon untuk Inisiatif Dana Hutan Tropis


    KalselBabusalam.com
    Indonesia menunjukkan komitmennya yang kuat dalam isu lingkungan global dengan menyumbangkan US$ 1 miliar, atau setara Rp 16,7 triliun, untuk mendukung inisiatif Brasil dalam Tropical Forest Forever Facility (TFFF). Program pendanaan ini dirancang khusus untuk pelestarian hutan tropis di seluruh dunia.

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Indonesia mengusulkan agar sumber pendanaan tersebut berasal dari nilai ekonomi hasil pengurangan emisi karbon yang telah dicapai Indonesia dalam satu dekade terakhir.

    Data menunjukkan bahwa sepanjang periode 2015-2020, Indonesia berhasil mereduksi emisi karbon hingga 550 juta ton CO2, sebuah pencapaian yang telah diverifikasi oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Tidak hanya itu, pada periode berikutnya, yakni 2020-2024, reduksi emisi karbon terverifikasi kembali mencapai hampir 400 juta ton CO2, menegaskan konsistensi Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim.

    “Angka-angka reduksi emisi ini, menurut kami, sangat layak untuk dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (IDX) agar dapat ditawarkan sebagai mekanisme pendanaan. Dengan demikian, dana tersebut dapat kembali dialokasikan untuk pelestarian hutan melalui skema TFFF,” jelas Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta, Selasa (2/12).

    Hanif lebih lanjut menyarankan agar pendanaan TFFF berfokus pada solusi berbasis alam (nature-based solution), khususnya melalui pemanfaatan nilai ekonomi karbon dari sektor kehutanan. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan solusi berbasis teknologi (technology-based solutions) yang cenderung memerlukan biaya lebih tinggi.

    Meski demikian, Hanif menegaskan bahwa langkah selanjutnya terkait inisiasi pendanaan ini akan sangat bergantung pada arahan dan keputusan Presiden Prabowo Subianto.

    Sementara itu, inisiatif pendanaan hutan tropis, Tropical Forest Forever Facility (TFFF), telah resmi diluncurkan dalam pertemuan para pemimpin negara di Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB (COP30) yang berlangsung di Belem, Brasil. Fasilitas ini menargetkan pengumpulan dana kolosal senilai total US$ 125 miliar, atau sekitar Rp 2.088 triliun.

    Pendanaan ambisius ini akan dihimpun dari dua sumber utama: US$ 25 miliar (sekitar Rp 417,7 triliun) sebagai modal sponsor yang berasal dari lembaga pengelola dana negara (Sovereign Wealth Fund/SWF), dan US$ 100 miliar (sekitar Rp 1.670 triliun) dari partisipasi investor institusional.

    Peluncuran TFFF menandai sebuah era baru dalam kolaborasi global yang mengintegrasikan investasi publik dan swasta untuk tujuan pelestarian lingkungan. Melalui TFFF, negara-negara berkomitmen untuk mendorong strategi konservasi hutan secara permanen, sekaligus memperkuat kemitraan di seluruh dunia demi perlindungan ekosistem tropis yang paling rentan dan vital.

    “Untuk pertama kalinya, kita memiliki sebuah mekanisme global yang secara eksplisit mengakui nilai fundamental dari layanan ekosistem hutan dan secara berkelanjutan menawarkan insentif permanen untuk pelestariannya,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil, Marina Silva, menekankan pentingnya inisiatif ini.

    Peluncuran TFFF di Belém, Brasil, juga menjadi penanda kuat akan urgensi tindakan kolektif global. Hal ini penting untuk secara efektif menangani dampak perubahan iklim, menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, serta mendorong tercapainya pembangunan berkelanjutan yang inklusif di negara-negara pemilik hutan tropis.

    Lebih dari itu, fasilitas pendanaan ini secara khusus memberikan pengakuan dan apresiasi terhadap peran krusial masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda terdepan dalam pengelolaan serta perlindungan sumber daya alam.

    Sebagai langkah konkret, Bank Dunia telah ditunjuk sebagai wali amanat dan tuan rumah sementara untuk TFFF. Tahap selanjutnya akan melibatkan pembentukan Dana Investasi Hutan Tropis (Tropical Forest Investment Fund/TFIF) di masing-masing yurisdiksi nasional, sebuah langkah penting yang akan membuka jalan bagi dimulainya operasi penuh fasilitas pendanaan global ini.

  • ARCI Bagi Dividen Interim Rp 499 Miliar: Jadwal dan Cara Mendapatkannya

    ARCI Bagi Dividen Interim Rp 499 Miliar: Jadwal dan Cara Mendapatkannya

    KalselBabusalam.com, JAKARTAPT Archi Indonesia Tbk (ARCI), emiten terkemuka di sektor pertambangan dan produksi emas, mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Nilai dividen yang akan didistribusikan kepada para pemegang saham mencapai US$ 30 juta, atau setara dengan Rp 499,93 miliar. Konversi nilai tersebut didasarkan pada asumsi kurs tengah rata-rata Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 16.661 per dollar AS per tanggal 1 Desember 2025.

    Keputusan krusial mengenai pembagian dividen interim ARCI ini diambil berdasarkan hasil rapat direksi dan dewan komisaris yang dilaksanakan pada 1 Desember 2025. Sekretaris Perusahaan Archi Indonesia, Hidayat Dwiputro Sulaksono, menegaskan hal tersebut. “Telah diputuskan dan disetujui pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar US$ 30 juta,” ungkapnya dalam keterbukeran informasi yang disampaikan pada Selasa, 2 Desember 2025.

    Meskipun jumlah total dividen telah diumumkan, manajemen Archi Indonesia belum merinci besaran dividen per saham (DPS). Namun, sebagai informasi, jumlah saham beredar perseroan tercatat sebanyak 24,84 miliar saham. Data ini dapat menjadi acuan bagi investor untuk mengestimasi potensi dividen yang akan diterima.

    Pembagian dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan ARCI per 30 September 2025. Dalam laporan keuangan periode tersebut, perseroan berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 70,47 juta. Angka ini menunjukkan solidnya profitabilitas perusahaan.

    Selain capaian laba bersih yang impresif, Archi Indonesia juga tercatat memiliki fundamental keuangan yang kuat. Pada periode yang sama, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai US$ 233,11 juta. Sementara itu, total ekuitas ARCI, sebagaimana tercermin dalam neraca keuangan, berada di angka US$ 343,95 juta, menandakan posisi finansial yang sehat dan siap mendukung pertumbuhan serta pengembalian nilai bagi pemegang saham.

    Bagi para investor dan pemegang saham ARCI, berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen interim tahun buku 2025 yang perlu dicermati:

    • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 10 Desember 2025
    • Ex Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 11 Desember 2025
    • Cum Dividen di Pasar Tunai: 12 Desember 2025
    • Ex Cum Dividen di Pasar Tunai: 15 Desember 2025
    • Recording Date: 12 Desember 2025
    • Pembayaran Dividen: 16 Desember 2025

  • Sergey Brin Donasi Rp18 Triliun Saham Alphabet: Efek AI?

    Sergey Brin Donasi Rp18 Triliun Saham Alphabet: Efek AI?

    KalselBabusalam.com – Sergey Brin, salah satu pendiri Alphabet Inc., kembali mengukuhkan posisinya sebagai tokoh teknologi paling berpengaruh di dunia melalui aksi filantropi terbarunya. Pekan ini, Brin menyumbangkan saham Alphabet senilai lebih dari 1,1 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp 18,3 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.640 per dolar AS. Sebagian besar dana sumbangan ini dialirkan kepada organisasi nirlaba yang didirikannya sendiri.

    Dilansir dari Fortune pada Selasa (2/12/2025), dokumen pengajuan regulasi menunjukkan bahwa transfer saham tersebut melibatkan lebih dari 3,5 juta lembar saham Alphabet. Juru bicara kantor keluarga Brin menjelaskan bahwa sekitar 1 miliar dolar AS dari total nilai saham tersebut akan disalurkan ke Catalyst4, sebuah lembaga yang didirikan Brin pada tahun 2021. Catalyst4 berdedikasi untuk mendukung riset penyakit sistem saraf pusat dan mencari solusi inovatif untuk mengatasi perubahan iklim global.

    Selain Catalyst4, Brin juga memberikan donasi sekitar 90 juta dolar AS kepada yayasan amalnya sendiri dan 45 juta dolar AS kepada Michael J. Fox Foundation. Yayasan terakhir ini dikenal fokus pada penelitian penyakit Parkinson. Sumbangan terbaru ini menambah daftar panjang aksi kedermawanan Brin, termasuk donasi saham Alphabet senilai 700 juta dolar AS kepada ketiga lembaga tersebut pada Mei sebelumnya.

    Inovasi Kacamata Baru yang Disetujui FDA Hadirkan Terobosan Global Memperlambat Rabun Jauh pada Anak Usia Dini

    Kenaikan kekayaan Brin secara signifikan didorong oleh reli saham Alphabet yang mengesankan sepanjang tahun ini. Menurut Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan Brin kini mencapai 255,5 miliar dolar AS, menjadikannya orang keempat terkaya di dunia. Saham Alphabet bahkan sempat melonjak hingga menembus 323 dolar AS per lembar pada Selasa lalu, didorong oleh optimisme investor yang tinggi terhadap kemajuan perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI).

    Juru bicara keluarga Brin menekankan bahwa donasi ini bukan sekadar kontribusi finansial, melainkan sebuah investasi berkelanjutan untuk mendorong inovasi sosial, medis, dan lingkungan hidup. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Brin untuk menyelaraskan kesuksesan ekonomi dengan tanggung jawab sosial yang mendalam.

    Fenomena ini mencerminkan pola baru di kalangan miliarder teknologi secara global, di mana keuntungan besar yang diperoleh dari inovasi, khususnya di sektor AI, semakin banyak diarahkan untuk tujuan filantropi. Donasi saham yang dilakukan Brin menjadi fondasi penting bagi inovasi sosial, penelitian medis, dan inisiatif keberlanjutan lingkungan, menegaskan peran teknologi sebagai katalis perubahan positif.

    Aksi filantropi Brin yang masif ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap dampak teknologi terhadap masyarakat dan keberlanjutan planet. Dengan menyalurkan sebagian besar kekayaannya untuk riset kesehatan dan mitigasi perubahan iklim, Brin memperkuat paradigma baru bagi para tokoh teknologi: bahwa kekayaan yang melimpah seyogianya membawa dampak positif secara global.

    Melalui tindakan konkret ini, Sergey Brin tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pionir teknologi visioner, tetapi juga sebagai pelopor filantropi global yang secara strategis menargetkan isu-isu krusial seperti kesehatan, keberlanjutan lingkungan, dan penelitian ilmiah yang memiliki jangkauan dampak luas. Dunia kini menyaksikan bagaimana para miliarder teknologi mampu membentuk masa depan global melalui komitmen tanggung jawab sosial yang nyata dan terukur.

    Lompatan Kekayaan Page dan Brin Ungguli Zuckerberg di Tengah Reli Saham Alphabet dan Pergeseran Peta Miliarder Teknologi Global

  • Rekomendasi Rapimnas Kadin: Investasi, MBG, dan Kebijakan Ekonomi

    Rekomendasi Rapimnas Kadin: Investasi, MBG, dan Kebijakan Ekonomi

    KalselBabusalam.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin II pada tanggal 1 dan 2 Desember lalu. Pertemuan penting ini menghasilkan sejumlah catatan strategis dan rekomendasi komprehensif yang siap diajukan kepada pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Rekomendasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi kebijakan ekonomi nasional ke depan.

    Dalam agenda Rapimnas yang bertajuk “Kadin Bergotong Royong Memperluas Lapangan Kerja untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Indonesia” ini, tercatat 1.653 anggota turut berpartisipasi, meliputi perwakilan Kadin pusat, pengurus daerah, hingga ketua asosiasi. Selama dua hari penuh, para pemangku kepentingan berdiskusi intensif, merumuskan masukan yang krusial bagi akselerasi pembangunan ekonomi Indonesia.

    Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa hasil Rapimnas ini akan dituangkan dalam sebuah lembar kebijakan resmi yang akan disampaikan langsung kepada Bapak Presiden. Masukan utama yang dihasilkan mencakup berbagai isu vital, mulai dari upaya mengatasi hambatan investasi, mendorong industri padat karya, peningkatan inovasi melalui insentif, penggerakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga komitmen penuh pengusaha dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

    Catatan pertama, Kadin menunjukkan optimisme tinggi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan yang diyakini mampu melampaui angka 5,5%. Dalam rangka mendukung visi pemerintah, Kadin juga telah menetapkan enam dari delapan agenda prioritas pemerintahan sebagai program yang dapat segera direalisasikan (quick wins). Program-program tersebut meliputi inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG), pengiriman pekerja migran, perbaikan dan pembangunan 3 juta rumah, pemeriksaan kesehatan gratis, program magang berbayar, serta penguatan Koperasi Merah Putih.

    Selaras dengan optimisme tersebut, catatan kedua Kadin menyoroti penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama. Anindya Bakrie menyatakan bahwa Kadin siap bekerja sama erat dengan pemerintah untuk membuka lebih banyak peluang kerja, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

    Lebih lanjut, dalam catatan ketiga, Kadin mengutarakan harapan besar akan kemudahan investasi di berbagai sektor esensial. Indonesia sangat membutuhkan penanaman modal, terutama di sektor pertanian, energi, industri, perdagangan, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang pesat. Anindya Bakrie menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan telah menambah likuiditas senilai Rp 276 triliun, menandakan bahwa masalah likuiditas sudah teratasi. “Likuiditas bukan lagi masalah. Masalah ada di sisi permintaan,” ujarnya, mengindikasikan bahwa fokus kini harus beralih pada penciptaan iklim investasi yang lebih menarik. Untuk memastikan realisasi investasi berjalan lancar, Kadin mengusulkan mekanisme penyelesaian sengketa industri atau lahan yang efektif, pemberian tax holiday bagi investasi skala menengah, serta kepastian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

    Memasuki catatan keempat, Kadin mendesak agar industri padat karya dan digitalisasi mendapatkan dorongan signifikan. Hal ini merupakan elemen krusial dalam akselerasi hilirisasi di berbagai sektor, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk-produk nasional.

    Selanjutnya, catatan kelima menyoroti peningkatan produktivitas pekerja melalui program pelatihan dan pendidikan yang berkualitas. Secara spesifik, Kadin menekankan pentingnya pendidikan integritas untuk membentuk etos kerja yang kuat dan profesional di kalangan para pekerja Indonesia.

    Catatan keenam Kadin berfokus pada pendorong inovasi melalui pemberian insentif untuk riset dan pengembangan teknologi. Kadin juga mendorong kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta menyelaraskan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar lebih responsif terhadap kebutuhan keahlian industri nasional. “LPDP lebih diselaraskan dengan kebutuhan keahlian industri nasional,” kata Anindya.

    Di sektor perdagangan, catatan ketujuh Kadin berharap adanya peningkatan melalui sejumlah strategi, termasuk memperkuat trade remedies, memperbaiki tata kelola impor, dan menyederhanakan perizinan ekspor dan impor. Kadin juga berkomitmen untuk mendampingi UMKM dalam memanfaatkan kesepakatan perdagangan bebas (FTA), terlibat aktif dalam diplomasi dagang, serta menggalakkan kampanye Bangga Buatan Indonesia untuk produk-produk lokal.

    Keterlibatan UMKM menjadi poin utama dalam catatan kedelapan. Kadin berharap UMKM dapat diintegrasikan dalam berbagai program pemerintah seperti MBG dan program 3 juta rumah. Hal ini didasari fakta bahwa usaha kecil menyerap hingga 98% tenaga kerja di Indonesia dan memberikan kontribusi sebesar 60% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB), menjadikannya tulang punggung ekonomi nasional.

    Catatan dan rekomendasi kesembilan menegaskan keinginan Kadin untuk terlibat aktif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Keterlibatan ini mencakup pembangunan pembangkit listrik berbasis tenaga air, panas bumi, hingga surya, sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dan ketahanan energi.

    Terakhir, dalam catatan kesepuluh, Kadin menunjukkan kepedulian sosial dengan berkontribusi dalam pembangunan jembatan guna memudahkan akses anak-anak di daerah terpencil yang kerap harus menyeberangi sungai. Dana untuk inisiatif ini akan bersumber dari program corporate social responsibility (CSR). Anindya Bakrie mengungkapkan bahwa setidaknya ada 300 ribu jembatan yang perlu dibangun, dengan estimasi biaya antara Rp 200 juta hingga Rp 800 juta per jembatan.