Kategori: Finance

  • Harga perak melonjak 4%, apa sentimen penggerak utamanya?

    Harga perak melonjak 4%, apa sentimen penggerak utamanya?

    kalselbabusalam.com  JAKARTA. Harga perak diperdagangkan di atas US$ 77 per ons troi pada hari Selasa (26/5), setelah naik hampir 4% pada hari sebelumnya. Harga perak didukung oleh indikasi bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. 

    Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (26/5), negosiasi antara Washington dan Teheran dilaporkan berpusat pada perpanjangan gencatan senjata selama kurang lebih dua bulan. Pada momen itu AS akan mencabut blokade, sementara Iran akan mengizinkan pengiriman melalui Hormuz untuk dilanjutkan. 

    Harga Emas dan Perak Diproyeksi Tertahan pada Mei 2026, Begini Kata Analis

    Namun, hambatan besar tetap ada, terutama terkait program nuklir Iran dan desakannya untuk mempertahankan kendali atas lalu lintas maritim di jalur strategis tersebut. 

    Sementara itu, harga minyak turun tajam, meredakan kekhawatiran tentang tekanan inflasi dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut. 

    Terlepas dari pemulihan baru-baru ini, harga perak masih turun sekitar 17% sejak konflik dimulai, karena kekhawatiran akan guncangan inflasi yang didorong oleh energi, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.

  • Danantara Indonesia Trust bakal kantongi 1% total dividen BUMN tiap tahun

    Danantara Indonesia Trust bakal kantongi 1% total dividen BUMN tiap tahun

    Yayasan filantropi independen dari Danantara Indonesia yaitu Danantara Indonesia Trust (DIT) bakal mendapatkan pendanaan awal untuk menjalankan programnya. Jumlahnya mencapai US$ 100 juta atau setara Rp 1,77 triliun (asumsi kurs Rp 17.743 per dolar AS).

    Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani mengatakan, ke depan, yayasan tersebut akan memperoleh dana sebesar 1% dari total dividen perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setiap tahun sebagai pembiayaan yayasan.

    “Kami memang dalam policy, kebijakan kami, memang dana awal itu kami taruh US$ 100 juta. Dan memang dalam perencanaannya kami memberikan setiap tahunnya, mengisikan paling tidak 1% dari total dividen yang kami terima, dari semua BUMN yang ada,” kata Rosan ketika ditemui seusai penandatanganan MoU Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Senin (25/5).

    DIT baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra yaitu Kementerian Kesehatan, Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya. Ke depan, DIT akan menggarap program strategis yang fokus pada kebudayaan, pendidikan, dan sanitasi air bersih.

    Baca juga:

    • Pemerintah Bakal Kebut Pembahasan RUU Polri setelah Iduladha
    • Menkum Sebut Aspek Keadilan Jadi Pertimbangan Perpanjangan Usia Pensiun Polisi
    • Bersejarah, Prabowo Beri Taklimat ke 1.095 Perwira Siswa TNI-Polri di Seskoad

    Rosan mengatakan, Danantara Indonesia tidak hanya dibentuk untuk mengelola investasi negara, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial di Indonesia.

    “Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial. Kami percaya penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat,” kata dia.

    Putra Prabowo Didit Hediprasetyo Ikut dalam Kemitraan DIT

    Seperti disebutkan di atas, MoU yang ditandatangani DIT kemarin menggandeng tiga kemitraan. Salah satunya terafiliasi dengan anak Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, untuk bidang Museum dan Cagar Budaya. 

    Secara lebih terperinci, kerja sama dengan Kementerian Kesehatan difokuskan pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, termasuk penyediaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin vaksin, hingga distribusi suplemen multiple micronutrient untuk ibu hamil guna mencegah stunting.

    Program tersebut dijalankan di tengah masih tingginya tantangan kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data WHO dan UNICEF 2026, masih terdapat sekitar 960 ribu anak di Indonesia yang belum menerima imunisasi dasar alias zero dose.

    Selain itu, angka kematian ibu di Indonesia masih mencapai 189 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara prevalensi wasting atau kekurangan gizi akut masih berada di level 7,4%.

    Adapun kerja sama dengan Karya Salemba Empat mencakup pemberian beasiswa selama tiga tahun kepada sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut juga meliputi mentoring, pengembangan kepemimpinan, dan pelatihan kesiapan kerja.

    Program itu digelar di tengah masih tingginya jumlah anak muda yang tidak bekerja, tidak bersekolah, maupun tidak mengikuti pelatihan atau not in education, employment, and training (NEET).

    Sementata kerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya berfokus pada pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional guna meningkatkan akses publik terhadap pengetahuan dan literasi budaya.

    Dalam penandatanganan MoU tersebut, Didit turut hadir dan menandatangani kerja sama terkait pengembangan program budaya.

    Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak mengatakan, setiap program dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang mendesak. Mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga akses pendidikan dan literasi budaya.

    “Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi DIT sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia,” ujar Nuraini.

    Ke depan, Danantara Indonesia Trust akan memperluas program catalytic, memperkuat kemitraan dengan institusi global, serta membuka peluang pendanaan bersama atau co-funding untuk memperbesar dampak sosial program yang dijalankan.

    Danantara Indonesia Trust didirikan pada Oktober 2025 sebagai unit filantropi Danantara dengan mandat mengalokasikan sebagian dividen BUMN untuk program sosial strategis dan pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

  • IHSG diproyeksi bergerak pada rentang 6.100-6.300

    IHSG diproyeksi bergerak pada rentang 6.100-6.300

    IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (25/5) dengan ditutup naik 0,72 persen ke level 6.206,35, setelah sempat bergerak fluktuatif pada awal sesi perdagangan. Pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5) IHSG diproyeksi bergerak pada rentang support-resistance 6.100-6.300.

    Analis Phintraco Sekuritas secara teknikal menyebut IHSG sempat menembus level MA5 namun kembali ditutup di bawah area tersebut. Sementara itu, indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold yang mengindikasikan peluang rebound

    “IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.100-6.300,” tulis analisis Phintraco dikutip Selasa (26/5).

    Beberapa hal yang dicermati pasar hari ini adalah rencana pemerintah menerbitkan surat utang negara berdenominasi valuta asing senilai ekuivalen USD 3,4 miliar guna mendorong apresiasi rupiah. Instrumen tersebut terdiri dari penerbitan USD 2 miliar dalam denominasi dolar AS dan €1,25 miliar dalam denominasi euro. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan dolar AS di dalam negeri

    Selain itu, pasar juga mencermati uji coba implementasi PP No.21/2026 terkait kewajiban retensi devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan dimulai awal Juni 2026.

    Dalam aturan tersebut, penempatan DHE SDA diwajibkan melalui bank Himbara dengan ketentuan retensi minimal 30 persen selama tiga bulan untuk sektor migas dan 100 persen selama 12 bulan bagi sektor nonmigas. Adapun konversi DHE valas ke rupiah dibatasi maksimal 50 persen.

    Beberapa saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas untuk diperhatikan hari ini adalah BBCA, ADMR, ASII, PGAS, dan EXCL.

    Sementara itu, analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan dengan area pelemahan berikutnya menguji level 5.899 yang sekaligus menjadi area support. MNC Sekuritas mencatat level support IHSG berada di 5.996 dan 5.899, sedangkan area resistance berada pada level 6.318 dan 6.459.

    “Posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” tulis analisis MNC.

    Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan hari ini yakni ADRO, ELSA, EXCL, dan INDY.

    Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

  • Bersejarah, Prabowo beri taklimat ke 1.095 perwira siswa TNI-Polri di Seskoad

    Bersejarah, Prabowo beri taklimat ke 1.095 perwira siswa TNI-Polri di Seskoad

    Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.095 perwira siswa TNI dan Polri yang tengah menempuh pendidikan. Taklimat itu berlangsung di Kompleks Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (25/5).

    Para perwira siswa itu berasal dari Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), serta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.

    Kedatangan Prabowo disambut antusiasme para peserta dengan iringan lagu “Maju Tak Gentar” yang menggema di area kegiatan. Suasana khidmat kemudian menyelimuti acara saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars TNI, mars masing-masing matra TNI, hingga Mars Polri yang dilantunkan secara serempak oleh seluruh peserta yang hadir. Komandan Seskoad, Mayjen TNI Agustinus Purboyo, melaporkan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan taklimat.

    Baca juga:

    • Anak Prabowo Didit Hediprasetyo Ambil Peran di Program Danantara Indonesia Trust
    • Siapkan Dana Rp 60 Triliun untuk Bencana Sumatra, Purbaya: Tak Dipakai Semua 
    • PT INTI Akan Ditutup, Danantara Pastikan Tak Ada PHK

    Para peserta terdiri atas perwira siswa dari berbagai matra TNI dan Polri yang hadir untuk menerima pengarahan secara langsung dari kepala negara. “Bapak Presiden yang sangat kami banggakan, di hadapan Bapak saat ini telah hadir 1.095 orang,” kata Agustinus, dikutip dari siaran pers yang dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

    Setelah menerima laporan, Presiden Prabowo melanjutkan agenda dengan memberikan taklimat kepada para perwira siswa. Sebelum menuju panggung utama, Prabowo tampak menyalami sejumlah perwira yang hadir sehingga menciptakan suasana hangat dan penuh kedekatan. Seluruh peserta kemudian mengikuti taklimat presiden dengan khidmat dan penuh perhatian.

    Komandan Seskoad menyebut penyampaian taklimat oleh kepala negara tersebut sebagai momen bersejarah. Menurutnya, untuk pertama kalinya seorang presiden aktif hadir secara langsung untuk memberikan kuliah dan pengarahan kepada para perwira siswa.

    “Hari ini terasa sangat istimewa Bapak, dikarenakan baru pertama kali seorang presiden aktif hadir langsung dan mengajar kepada seluruh siswa Sesko,” ujar Agustinus.

    Kehadiran Prabowo dalam forum pendidikan strategis tersebut dinilai mencerminkan perhatian besar pemerintah terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia. Taklimat ini juga menjadi ruang pembekalan strategis bagi para perwira dalam menghadapi dinamika tantangan nasional maupun global ke depan.

    Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf angkatan.

  • Divestasi anak usaha batubara Rp 1,79 triliun, saham Astrindo (BIPI) anjlok

    Divestasi anak usaha batubara Rp 1,79 triliun, saham Astrindo (BIPI) anjlok

    kalselbabusalam.com  JAKARTA. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) divestasi 99,9% saham anak usahanya PT Sintesa Bara Gemilang. Nilai transaksi pelepasan saham diperkirakan mencapai Rp 1,78 triliun. 

    Anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batubara ini akan dilepas kepada PT Indo Panca Borneo. Menurut Sekretaris Perusahaan BIPI, Kurniawan Budiman dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (22/5/2026), pembeli Sintesa Bara Gemilang yakni Indo Panca Borneo bukan perusahaan afiliasi

    Namun Kurniawan menjelaskan penjualan 4.995 saham setara dengan 99,9% saham Sintesa Bara Gemilang ini merupakan transaksi material. Pasalnya nilai penjualan sebesar Rp 1,79 triliun ini setara dengan 84,19% dari total pendapatan dan setara 39,15% dari total aset BIPI. 

    IHSG Berpeluang Menguat Selasa (26/5), Saham Bank Jadi Motor Saat Asing Net Sell

    Atas rencana tersebut, BIPI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 30 Juni 2026. 

    Perusahaan ini menyebut tanggal penyelesaian rencana transaksi ini dilaksanakan pada 21 Desember 2026. BIPI menambahkan pembeli wajib membayar jaminan kesungguhan sebesar Rp 100 miliar. 

    BIPI beralasan langkah penjualan ini untuk mengoptimalkan portofolio investasi, memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan likuiditas keuangan perusahaan. 

    Sepanjang tahun 2025, perusahaan ini mengantongi pendapatan sebesar US$ 235,09 juta, turun 58,24% secara year on year (yoy) dari US$ 562,97 juta. Sementara laba bersih BIPI anjlok 83,33% secara tahunan menjadi US$ 1,09 juta. 

    Saham BIPI pada Senin (25/5/2026) turun 2,72% dari hari sebelumnya menjadi Rp 179 per saham. Dalam lima hari saham BIPI anjlok 20,8%. 

  • Harga minyak dunia anjlok hampir 7% di tengah harapan damai AS-Iran

    Harga minyak dunia anjlok hampir 7% di tengah harapan damai AS-Iran

    kalselbabusalam.com  NEW YORK. Harga minyak dunia anjlok hampir 7% pada perdagangan Senin (25/5/2026) seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

    Pasar menilai kesepakatan itu berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak global yang selama tiga bulan terakhir terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

    Mengutip Reuters, harga minyak Brent turun US$ 7,24 atau hampir 7% ke level US $96,30 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot US$ 6,30 atau 6,5% menjadi US$ 90,88 per barel.

    Penurunan tajam harga minyak terjadi setelah negosiator utama Iran dan Menteri Luar Negeri Iran melakukan pembicaraan di Doha, Qatar, terkait kemungkinan kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

    Minyak Dunia Jatuh Hampir 5%, Kesepakatan Damai AS-Iran Bikin Pasar Lega

    Kedua pihak disebut telah membuat kemajuan dalam penyusunan nota kesepahaman yang dapat menghentikan konflik dan memberi waktu 60 hari bagi negosiator untuk mencapai kesepakatan final.

    Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan pasar mulai melihat peluang kembalinya pasokan minyak dari kawasan Teluk. “Meski belum final, pasar mulai berharap distribusi minyak melalui Selat Hormuz bisa kembali berjalan,” ujarnya.

    Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan di wilayah itu selama beberapa bulan terakhir sempat memicu lonjakan harga energi global akibat kekhawatiran pasokan.

    Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan pasar agar tidak terlalu cepat bereuforia. Pendiri Commodity Context, Rory Johnston, menilai negosiasi AS-Iran sebelumnya juga beberapa kali hampir mencapai titik temu sebelum akhirnya gagal di tahap akhir.

    “Kami sudah beberapa kali melihat negosiasi mendekati kesepakatan lalu runtuh di detail terakhir, sementara Selat Hormuz tetap tertutup,” kata Johnston.

    Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Kembali Memanasnya Konflik AS–Iran

    Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di Truth Social menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan baik. Namun, ia juga memperingatkan kemungkinan serangan baru jika negosiasi gagal tercapai.

    Trump juga mendorong lebih banyak negara Arab dan mayoritas Muslim bergabung dalam Abraham Accords, kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel yang dimediasi AS pada masa jabatan pertamanya.

    Menurut Flynn, jika kesepakatan damai benar-benar tercapai dan ketegangan geopolitik mereda, premi risiko di pasar minyak Timur Tengah dapat turun signifikan.

    Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan pembahasan saat ini fokus pada penghentian perang dan belum menyentuh isu nuklir.

    Meski prospek perdamaian mulai terlihat, analis memperkirakan pemulihan pasokan minyak global tidak akan berlangsung cepat. Infrastruktur energi di kawasan dinilai masih membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.

    Analis Sparta Commodities, June Goh, mengatakan defisit pasokan minyak global sekitar 10 juta hingga 11 juta barel per hari belum akan langsung hilang meski kesepakatan damai tercapai.

    Harga Minyak Dunia Anjlok 2% di Tengah Kabar Iran Tinjau Proposal Damai AS

    “Pasar masih akan mengandalkan cadangan minyak hingga produksi Timur Tengah benar-benar pulih, dan itu bisa memakan waktu berbulan-bulan,” ujarnya.

    Senada, analis UBS Giovanni Staunovo menilai pasar tetap harus fokus pada kondisi arus fisik minyak di lapangan karena distribusi melalui Selat Hormuz sejauh ini masih terbatas.

    Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah kapal tanker gas alam cair mulai melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir menuju Pakistan, China, dan India. Selain itu, sebuah supertanker pengangkut minyak mentah Irak tujuan China juga dilaporkan berhasil keluar setelah tertahan hampir tiga bulan.

  • Berapa harga emas Antam kemarin (25/6) dan bagaimana potensi keuntungannya?

    Berapa harga emas Antam kemarin (25/6) dan bagaimana potensi keuntungannya?

    kalselbabusalam.com Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) pada Senin (25/5) adalah Rp 2.803.000 per gram (naik Rp 30.000 dari Rp 2.773.000).

    Sementara harga buyback (beli kembali) berada di angka Rp 2.612.000 per gram (naik Rp 35.000 dari Rp 2.577.000). Selisih harga jual dan harga beli (spread) hari ini adalah Rp 191.000 per gram.

    Dengan nilai spread tersebut, emas batangan hanya cocok untuk investasi jangka panjang agar kenaikan harga di masa depan dapat menutup selisih biaya tersebut dan menghasilkan laba.

    IHSG Berpeluang Menguat Selasa (26/5), Saham Bank Jadi Motor Saat Asing Net Sell

    Apa Perbedaan Harga Emas Per Gram dan Harga Buyback Antam?

    PT Aneka Tambang (ANTM) menetapkan dua jenis harga untuk operasional emas batangan di gerai Logam Mulia:

    • Harga Emas: Harga yang berlaku ketika Anda membeli emas dari gerai Logam Mulia. Sebagai contoh, jika membeli pagi ini, Anda membayar Rp 2.803.000 per gram.

    • Harga Buyback: Harga yang berlaku ketika Anda menjual kembali emas tersebut ke gerai Logam Mulia. Jika Anda langsung menjualnya kembali di hari yang sama, emas hanya dihargai Rp 2.612.000 per gram.

    Setiap investor emas batangan wajib mencermati perbedaan kedua harga ini agar tidak salah dalam menghitung potensi untung dan rugi investasi.

    BI Rate Naik, Investor Obligasi Kini Ubah Strategi Fokus Kupon & Tenor Pendek

    Bagaimana Kalkulasi Potensi Untung Rugi Investasi Emas Antam Berdasarkan Periode Pembelian?

    Berikut adalah kalkulasi simulasi potensi untung atau rugi investor jika menjual emasnya hari ini (dengan harga buyback Rp 2.612.000 per gram) berdasarkan waktu pembelian historis:

    Tanggal Pembelian Harga Beli Lama (per gram) Harga Buyback Hari Ini Potensi Laba/Rugi (%) Status Investasi 18 Mei 2026 Rp 2.764.000 Rp 2.612.000 -5.50% Rugi 25 April 2026 Rp 2.825.000 Rp 2.612.000 -7.54% Rugi 25 Februari 2026 Rp 3.023.000 Rp 2.612.000 -13.60% Rugi 25 November 2025 Rp 2.380.000 Rp 2.612.000 +9.75% Untung 25 Agustus 2025 Rp 1.929.000 Rp 2.612.000 +35.41% Untung 25 Mei 2025 Rp 1.930.000 Rp 2.612.000 +35.34% Untung 25 Februari 2025 Rp 1.707.000 Rp 2.612.000 +53.02% Untung 25 November 2024 Rp 1.539.000 Rp 2.612.000 +69.72% Untung 25 Agustus 2024 Rp 1.420.000 Rp 2.612.000 +83.94% Untung

  • Peluang industri daur ulang stainless steel, kapan Indonesia masuk?

    Peluang industri daur ulang stainless steel, kapan Indonesia masuk?

    Pelaku industri stainless steel mengungkapkan adanya peluang ekonomi sirkular dari produk berbahan baja tahan karat atau stainless steel. Ini artinya, industri ini potensial jadi industri berkelanjutan. Dengan demikian, penambangan terus-menerus nikel untuk membuat produk stainless steel baru bisa diredam.

    Chief Representative of Walsin Lihwa di Indonesia, C. S. Hsia menjelaskan bahwa produk stainless steel dapat didaur ulang untuk menjadi produk stainless steel serupa maupun produk lainnya. Walsin Lihwa merupakan grup perusahaan yang bergerak di bidang kawat, kabel, stainless steel, serta investasi teknologi dan teknologi.  

    “Idealnya, mendaur ulang nikel dalam baja tahan karat adalah untuk mengolahnya menjadi produk serupa. Memurnikannya hingga mencapai titik di mana Anda dapat membuat nikel untuk baterai, terlalu boros energi,” kata dia dalam diskusi publik di Jakarta, pada Senin (25/5). 

    Namun, Associate Principal Energy Shift Institute (ESI) Ahmad Zuhdi D. Kusuma mengatakan, siklus tersebut dapat terbentuk bila industrialisasi nikel terbangun dengan baik. “Kalau pengembangan industrinya terkontrol sejak tahap penambangan, pada suatu kondisi kita tidak akan butuh lagi atau berkurang kebutuhannya untuk mencari feedstock (nikel) baru,” ujar dia. 

    Masalahnya, industri nikel di Tanah Air baru mencapai produk setengah jadi. Mayoritas produk ini diekspor ke negara lain untuk diproses menjadi produk jadi. Sekitar enam dari sepuluh ton nikel yang masuk ke rantai pasok global berasal dari Indonesia. 

    “Saat ini, kita mengekspor sebagian besar baja tahan karat dan mengimpornya dalam bentuk peralatan dapur, keran, dan perlengkapan logam yang terbuat dari bahan tersebut,” ucap dia. Problem yang sama juga ditemukan pada produk mineral lainnya. 

    Laporan ESI bertajuk ‘Dominance without Depth: The Smelting Superpower that Imports its own Metal’ mengungkap, struktur industri hilirisasi nikel masih terkonsentrasi di level hulu, seperti peleburan dan produksi baja dasar. Fasilitas pemrosesan berhenti pada produksi lempengan baja.

    Padahal, menurut perhitungan ESI, manfaat ekonomi industri lanjutan jauh lebih besar. Sebagai perbandingan, ESI memperkirakan, investasi senilai US$1,5 miliar di satu smelter biasanya menyerap 3.000 sampai 5.000 pekerja. Sedangkan jika dana yang sama dialirkan untuk industri atau manufaktur tahap lanjut, berpotensi menciptakan 15.000 sampai 20.000 pekerja. 

    ESI merekomendasikan kepada pemerintah beberapa kebijakan agar hilirisasi nikel di dalam negeri bisa mencapai produk akhir stainless steel. Pertama, restrukturisasi insentif fiskal untuk menjangkau industri manufaktur lanjutan. Kedua, mengubah kawasan industri menjadi pusat pengembangan rantai pasok domestik dan UMKM. Kemudian, membangun perusahaan nasional dan ekosistem riset untuk mendukung transfer teknologi dan inovasi dalam negeri. 

  • Harga aluminium melesat, emiten ini berpotensi diuntungkan

    Harga aluminium melesat, emiten ini berpotensi diuntungkan

    kalselbabusalam.com JAKARTA. Harga aluminium yang tengah melambung dalam beberapa waktu terakhir menjadi berkah bagi sejumlah emiten yang sedang menggarap proyek hilirisasi berbasis komoditas tersebut.

    Mengutip situs Trading Economics, harga aluminium global telah melesat 47,67% year on year (yoy) atau dalam satu tahun terakhir ke level US$ 3.650 per ton hingga Jumat (22/5). Sedangkan sejak awal tahun atau year to date (ytd), harga aluminium tumbuh 20,77%.

    Peningkatan harga yang signifikan ini tak lepas dari faktor gangguan pasokan yang berkepanjangan di Timur Tengah di tengah konflik geopolitik. Selain itu, harga aluminium juga melejit seiring pembatasan kapasitas produksi di China yang makin memperketat pasokan komoditas tersebut secara global.

    Salah satu emiten, yakni PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menggarap smelter aluminium melalui anak usahanya PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) yang semestinya sudah beroperasi secara bertahap sejak akhir 2025. Pada fase pertama, smelter ini diproyeksikan akan memiliki kapasitas produksi sampai 500.000 ton aluminium ingot per tahun.

    Di sini, ADMR tidak sendiri. Sebab, sebanyak 12,5% saham KAI turut dimiliki oleh PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA). Sebagai mitra strategis, CITA ikut memasok kebutuhan alumina sebagai bahan baku smelter aluminium ADMR.

    Dolar AS dan Valas Safe Haven Menguat, Jadi Sinyal Tingginya Kecemasan Pasar

    Selain itu, ada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang juga memiliki proyek hilirisasi mineral bauksit menjadi aluminium. Setelah membangun fasilitas Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, Kalimantan Barat, yang berkolaborasi dengan Inalum, selanjutnya ANTM juga akan mengembangkan SGAR Fase II.

    ANTM kembali berkongsi dengan Inalum dalam proyek tersebut yang ditargetkan akan selesai pada akhir 2028 atau awal 2029 mendatang.

    Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menyampaikan, lonjakan harga aluminium tentu akan berdampak signifikan bagi emiten-emiten yang terlibat dalam hilirisasi komoditas tersebut.

    Dia menyebut, kenaikan harga aluminium yang terjadi saat ini jauh di atas asumsi keekonomian proyek smelter ADMR, sehingga margin laba bisa meningkat drastis dan Internal Rate of Return (IRR) proyek menjadi lebih atraktif.

    Dengan begitu, ADMR berpeluang merasakan manfaat atas kontribusi pendapatan dan laba dari segmen aluminium terutama saat ramp-up produksi mulai akhir 2026. “CITA sebagai produsen bauksit yang jadi bahan baku smelter juga dapat windfall dari kenaikan permintaan di hulu,” kata dia, Senin (25/5).

    Manfaat yang sama bakal dirasakan oleh ANTM yang sudah merealisasikan pembangunan SGAR Fase I sejak akhir 2025, di mana mereka langsung menikmati efek kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP).

    Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Ini Saran Bagi Pemilik Saham Batubara Hingga CPO

    Dalam kondisi seperti ini, emiten-emiten yang terlibat di rantai pasok aluminium perlu mempercepat peningkatan kapasitas produksi. Mereka juga perlu mengamankan kontrak penjualan produk hilir aluminium dalam jangka panjang dengan pembeli global agar dapat mengunci margin di tengah harga yang tinggi.

    Di samping itu, emiten juga perlu mengoptimalkan pasokan energi mengingat biaya energi menyumbang 35%–40% dari total produksi smelter. “Investasi dari capital expenditure (capex) harus diprioritaskan ke penyelesaian fase yang sudah berjalan,” imbuh Wafi.

    Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menimpali, emiten juga hendaknya menerapkan strategi lindung nilai (hedging) secara disiplin. Biar bagaimanapun, aluminium merupakan komoditas yang bersifat siklikal dan rentan terhadap risiko fluktuasi harga.

    “Hedging itu penting untuk mengantisipasi dampak ketika terjadi koreksi harga pada masa depan,” kata dia, Senin (25/5).

    Lebih lanjut, Nafan memandang tren kenaikan harga aluminium berpotensi mendorong ekspansi dan diversifikasi bisnis ke sektor tersebut dari kalangan emiten-emiten pertambangan. Selain dipicu oleh harga yang tinggi, aluminium dipandang sebagai salah satu mineral strategis dalam transisi energi hijau.

    Dalam praktiknya, aluminium digunakan secara luas sebagai bagian dari bahan baku panel surya, komponen kabel listrik, komponen kendaraan listrik, dan lain-lain. “Emiten yang masuk ke sektor aluminium kemungkinan adalah emiten yang sedang gencar memperkuat komitmen pada prinsip ESG (Environmental, Social, & Governance),” jelasnya.

    Senada, Wafi menganggap dukungan kebijakan hilirisasi dari pemerintah berpotensi menjadi pemicu bagi emiten-emiten dari sektor lain untuk ikut masuk ke sektor aluminium. Menurutnya, emiten yang berpeluang ekspansi ke ranah aluminium dan turunannya adalah konglomerasi tambang dengan kapasitas finansial kuat dan punya akses pasokan bauksit domestik.

    Aksi Net Sell dari Pasar Saham Capai Rp 44 T, Ini Saham Incaran Investor Asing

    Namun, mereka tetap perlu mewaspadai beberapa tantangan seperti capex pembangunan smelter yang besar, ketersediaan energi murah, waktu konstruksi smelter yang lama, hingga berbaliknya harga aluminium itu sendiri.

    Lantas, Wafi menyebut saham ADMR dan ANTM layak dipertimbangkan oleh investor dengan target harga masing-masing di level Rp 1.900 per saham dan Rp 3.880 per saham.

    Di lain pihak, Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder AP Trading Insight Singapore Kiswoyo Adi Joe menyebut, sektor aluminium sebenarnya memiliki potensi menjanjikan bagi investor yang berorientasi jangka panjang.

    Namun, investor perlu bersabar. Sebab, sekalipun tren harganya menanjak, sampai saat ini emiten-emiten yang terlibat dalam hilirisasi aluminium masih menjadikan komoditas tersebut sebagai lini usaha sampingan.

    “Jadi, investor memang harus menunggu smelter aluminiumnya jalan satu tahun dan terlihat di laporan keuangan, baru bisa diketahui efeknya,” tandas dia, Senin (25/5).

  • Kinerja Sumber Global (SGER) ditopang harga batubara hingga diversifikasi bisnis

    Kinerja Sumber Global (SGER) ditopang harga batubara hingga diversifikasi bisnis

    kalselbabusalam.com JAKARTA. Emiten perdagangan batubara, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) bertekad meraih kinerja usaha yang lebih baik memasuki tahun 2026. Tren kenaikan harga batubara hingga upaya diversifikasi diharapkan jadi penopang kinerja emiten tersebut.

    Manajemen SGER menargetkan dapat meraih pendapatan bersih yang menyentuh level Rp 10 triliun pada 2026. Angka ini jauh melampui capaian pendapatan bersih perusahaan pada 2025 lalu yakni Rp 6,74 triliun.

    Kendati begitu, target tersebut menandakan ambisi SGER untuk kembali mencapai basis pendapatan bersih seperti tahun 2023 dan 2024, yang mana mereka meraih pendapatan bersih masing-masing senilai Rp 12,31 triliun dan Rp 14,76 triliun.

    “Jika target penjualan dapat mencapai sekitar Rp 10 triliun, maka laba yang diharapkan ada di kisaran Rp 500 miliar,” kata Corporate Secretary SGER, Michael Harold dalam paparan publik, Senin (25/5/2026).

    Sumber Global (SGER) Raih Kontrak US$ 154,68 Juta, Siap Suplai Batubara ke Vietnam

    Untuk memenuhi target tersebut, SGER berupaya meningkatkan volume penjualan batubara yang didukung oleh kontrak kerja sama dengan pembeli di Vietnam dan Bangladesh. Hal ini dibarengi dengan upaya pengendalian biaya, yang mana SGER aktif melakukan evaluasi berkala terhadap biaya operasional, negosiasi tarif angkutan, dan pengendalian overhead untuk menjaga margin keuntungan.

    Di samping itu, pihak SGER juga masih menanti kejelasan dan petunjuk teknis terkait kebijakan baru pemerintah terkait pembentukan badan khusus ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang turut menyasar komoditas batubara. Sejauh ini, aktivitas perdagangan batubara SGER masih berjalan normal di tengah rencana penerapan kebijakan tersebut.

    Terlepas dari itu, SGER mulai aktif melakukan diversifikasi usaha ke segmen non-batubara seperti manganese ore dan petroleum coke.

    Tak hanya itu, SGER juga menargetkan anak usahanya yaitu PT Hidrogen Peroxida Indonesia yang mengelola pabrik hidrogen peroksida (H2O2) akan segera beroperasi pada 2026, sehingga mampu berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan.

    Dalam berita sebelumnya, pabrik hidrogen peroksida tersebut akan memiliki kapasitas produksi sebesar 20.000 metrik ton (100% konsentrasi) atau 40.000 metrik ton (50% konsentrasi) per tahun.

    Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, prospek kinerja SGER tergolong cukup positif seiring permintaan batubara yang tetap tinggi dari pasar internasional, terutama kawasan Asia.

    Kinerja Emiten Kontraktor Tambang Kuartal I-2026 Melemah Saat Harga Batubara Naik

    “Peningkatan penjualan ekspor akan memperbesar ruang kapasitas pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang,” imbuh dia, Senin (25/5/2026).

    Nafan juga mengapresiasi upaya SGER yang aktif mendiversifikasi bisnisnya ke komoditas lain di luar batubara, seperti manganese ore, petroleum coke, hingga hidrogen peroksida. Strategi ini menjadi respons perusahaan untuk melepas ketergantungan terhadap lini bisnis batubara yang rentan terhadap volatilitas harga dan perubahan arah kebijakan pemerintah.

    Lantas, Nafan merekomendasikan hold saham SGER dengan target harga di level Rp 352 per saham.

    Sementara menurut Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, secara teknikal posisi saham SGER masih berada dalam fase downtrend, meski sempat menguat dan selama dua hari perdagangan terakhir didominasi oleh volume pembelian.

    Indikator MACD masih berada di area negatif, sedangkan Stochastic cenderung melandai di area netral. Dia pun merekomendasikan trading buy saham SGER dengan support di level Rp 286 per saham dan resistance di level Rp 308 per saham serta target harga di kisaran Rp 320–Rp 342 per saham.

    Pemerintah Pangkas RKAB Batubara, Begini Prospek Kinerja Emiten Sektor Batubara